Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Pertemuanku denganmu adalah takdir…

Dimalam musim gugur yang dingin, digelapnya kota, untuk pertama kalinya kita bertemu.

Namun apakah takdir ini akan menyatukan kita?


Hup!

“Yosh! Aku berhasil” dengan gembira seorang gadis berhasil meloncati pagar setinggi 2,5 meter yang membatasi asrama dari sebuah sekolah putri terkenal di Tokyo dengan dunia luar.

Gadis ini dengan langkah ringan melenggang menuju stasiun kereta terdekat. Memasukkan karcis berlangganannya kedalam mesin pengecek karcis dan masuk ke dalam kereta. Ia langsung mencari tempat duduk yang kosong. Tentu saja itu hal yang gampang. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, kereta bisa dikatakan kosong melompong, hanya terdapat 3-4 orang saja.

Ia langsung duduk dan mengeluarkan earphone-nya. Mendengar music merupakan hobbynya untuk melenyapkan perasaan bosan saat menunggu. Ya… kereta itu baru kan berangkat 15 menit kemudian. Menuju stasiun di dekat sebuah tempat yang sudah tidak asing di Tokyo, terutama bagi para fashioners.

Gadis ini, Nakayama Sara. 17 tahun. Siswi tahun ke 2 di sekolah menengah atas putri swasta terkenal di Jepang, Blossom Gakuen. Putri tunggal dan pewaris dari Kanzen Nakayama, perusahaan export-impor terbesar di Jepang. Kesehariannya di sekolah putri menuntut dia untuk menjadi seorang lady dan seorang yang cerdas, orang yang pantas mewarisi kerajaan bisnis Nakayama.

Tapi, sebenarnya apa yang dilakukannya saat ini? Lanjut Baca »

Yep!!!

This is new!

SHINee new promo clips for Nana’s B CF…

Yay! I’m so in ‘kyaaaaaaaaaaaa’ when I watched this clips.

They said “Can I touch your face once?”

Yah, although this is only 30 seconds, but totally falls for it…

This video include Onew, Taemin, Minho, and Key’s scenes. No Jonghyun. I don’t know why, but I have my own suggestion that may be Jonghyun will lead the main role in next Nana’s B CF. but yah… who knows? You must have your own thinking about this, rite?

Well., just watch this very interesting clip.

cr : dirah9304

~~~

I uploaded for you the HQ version of each version (Onew, Taemin, Minho, and Key)

Please credit to me if you put in another site…^^

Author!

Download here

Cinta

Bagaikan embun dipagi hari

bening, lembut, dan suci

Namun akhirnya menguap oleh

sinar mentari


Cinta

Bagaikan sepotong cokelat

harum, lezat

Namun akhirnya digigit dan

melumerkan rasa pahit dimulut


Cinta

Bagaikan sekuntum bunga yang mekar

indah, wangi, dan menarik hati

Namun akhirnya layu

seiring berlalunya waktu


Namun cintaku, tak serapuh itu

Cintaku kekal , abadi

Tak kan berkurang meskipun

waktu tak merestui

Lanjut Baca »

Jika ini harus terjadi, percayalah, aku cintaku akan terus bersamamu…

Kupeluk punggung orang yang kurindukan lebih dari 6 tahun itu. Punggungnya lebar, ia sudah bukan anak laki-laki kecil yang dulu. Ia sudah dewasa.

“Bambi oppa, mianhe… Aku udah ngelupain oppa. Orang yang sangat penting bagiku” air mataku kembali menetes membasahi jas putihnya.

“Selama ini, aku gak bisa mengingat oppa. Tapi setelah kemarin, aku kembali menemukan memoriku. Aku kembali menemukan ada ruang kosong didalam hatiku yang aku tahu dulu sudah pernah terisi. Aku menemukan Bambi oppa-ku disana. Maafkan aku, oppa…” aku menangis tersedu-sedu. Bagaimana jika Minho oppa gak maafin aku?

Dengan tiba-tiba Minho membalikkan tubuhnya dan menarikku kedalam dadanya, memelukku dengan erat. Aku makin menyusupkan kepalaku kedalam jasnya, wangi yang sama. Aku mengenalinya. Kemudian kurasakan tubuhnya bergetar. Ia menangis tanpa suara sambil memelukku.

“My little princess…” bisiknya, “jangan menangis”

“Mianhe oppa…” aku balas berbisik.

“Gak ada yang perlu dimaafin, Sara. Hongki hyung udah cerita semuanya, sekarang kamu mau dengar ceritaku?” tanya Minho. Aku mengangguk masih didalam pelukannya dan tangisanku perlahan-lahan berhenti.

“Kamu ingin dengar ceritaku, tapi kamu gak ngelepasin aku” Minho tertawa. Ia sudah berhenti menangis. Baru kali ini setelah sekian lama, aku mendengarnya tertawa. Biasanya kan dia jutek sama aku.

“Sebentar lagi ya oppa…” aku mengeratkan pelukanku. Aku ingin waktu berhenti saat ini. Minho juga balas memelukku dengan erat.

Kami saling berpelukan selama beberapa menit. Aku menikmatinya, sensasi yang sudah lama aku rindukan. Lanjut Baca »

I’ve found you, my lost memory…

Tiba-tiba kepalaku dilanda sakit yang teramat sangat. Kupegang kepalaku sambil meringis kesakitan. Rasa sakit itu menusuk-nusuk kepalaku. Kemudian diantara rasa sakit itu, tiba-tiba berjuta potongan-potongan gambar berdesak-desakan memenuhi kepalaku. Beberapa diantaranya menunjukkan diriku, omma, appa, hongki oppa, masa kecilku, kota Oxford, Oxford University, pohon maple ditamannya, boneka bambi, teman-teman masa kecilku, dan… anak itu.

Gambar anak itu memenuhi kepalaku. Sebagian besar potongan-potongan gambar itu adalah  gambarnya. Saat ia tersenyum, tertawa, ngambek, murung, sedih, marah, menangis, dan berbagai ekspresi lainnya yang begitu banyaknya sehingga aku tak dapat lagi menghitungnya. Aku tak tahu mengapa dia begitu banyak memenuhi pikiranku, sepertinya sebagian besar masa kanak-kanakku bersamanya. Tapi benarkah ia Choi Minho? Teman sekelasku? Siapakah dia bagiku? Teman masa kecilku?

Pertanyaan-pertanyaan ini bikin kepalaku semakin sakit. Sepertinya potongan-potongan gambar ini gak berhenti memenuhi kepalaku. Mengisi memory otakku. Aku udah gak sanggup lagi menahannya. Aku terkulai dan pingsan. Lanjut Baca »

Kenangan, aku ingin memelukmu kembali. Seperti saat itu…

Aku terbangun dengan nafas terengah-engah keesokan paginya. Aku bermimpi mengejar anak laki-lagi itu, anak laki-laki dengan mata coklat yang indah, namun menyimpan kesedihan. Sepertinya ia ingin aku mengingatnya. Tapi siapa? Siapa anak itu?

“Sara… kamu gak apa-apa?” suara Momo mengejutkan aku dari lamunanku.

“Gak apa-apa, Mo” menggeleng, aku bangun dari tempat tidur “aku mau mandi dulu” sambungku. Momo mengangguk menatap punggungku.

Selesai mandi, tiba-tiba handphone-ku berbunyi.

“Yeopseyo…”

“Ne, Yeopseyo. Ini Onew, Sara”

“Ah Onew, anyeong” heran, ada apa ya Onew menelphone-ku pagi-pagi begini, batinku.

“Apa kabar?”

“Sekarang aku udah lebih baik” kataku.

“Kamu membuat khawatir teman-teman sekelas”

“Jongmal? Wah… kayanya aku harus minta maaf karena membuat kalian khawatir”aku gak menyangka teman-teman begitu peduli sama aku.

“Oia, aku belum sempat berterimakasih sama kamu, Onew. Kamu udah nolongin aku yang terluka waktu itu. Gumawo Onew…” sambungku, aku masih gak kebayang kalo saat itu Onew gak muncul, pasti keadaanku bisa lebih parah.

“Ah, itu bukan apa-apa. Aku gak sengaja ngelihat waktu kamu dibawa 3 orang cewek ke arah laboratorium, karena penasaran aku ngikutin kalian. Waktu aku sampai, kamu udah gak sadarin diri” cerita Onew.

“Oh, begitukah? Hmmmm…”

“Ehm Sara, boleh aku menyampaikan sesuatu” tanyanya, suara Onew terdengar sedikit bergetar.

“Ne, tentu. Ada apa?”

“Ah, sebenarnya… Sebenarnya…”

“Iya, sebenarnya apa?” tanyaku gak sabaran. Lanjut Baca »

Kenangan akan dirimulah yang selama ini aku cari, tapi mengapa sulit sekali kuraih? Apa kau tidak menginginkan aku lagi?

Dimana aku?

Semuanya gelap!

Ini dimana?

Mengapa tidak ada yang menjawab?

Aku kenapa?

Aku berjalan gak tentu arah ditempat yang aku gak tahu bagaimana bentuknya, semua yang mengelilingiku hanyalah kegelapan. Aku terus berjalan, memanggil Omma, Appa, Hongki Oppa, Momo… Tapi gak ada yang menjawab aku… Akhirnya aku terduduk karena merasa lelah.

Tiba-tiba secercah cahaya muncul dari ujung kegelapan. Dari cahaya itu muncul seorang anak laki-laki.

“Nuguseyo?” dengan bingung aku menatap anak itu.

“Kenanganmu” tersenyum ia menatap mataku. Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.